Program Magister Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas akan menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Magister Antropologi yang terbuka bagi mahasiswa, dosen, serta seluruh sivitas akademika Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk memperkaya wawasan, memperdalam diskursus antropologi, serta memperluas perspektif keilmuan melalui dialog dengan akademisi internasional.

Kuliah umum ini akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Jumat, 1 Agustus 2025

  • Waktu: Pukul 09.00–11.30 WIB

  • Tempat: Ruang Sidang Dekanat Lantai 2, FISIP Universitas Andalas

Pada kesempatan ini, Program Magister Antropologi FISIP Unand menghadirkan Dr. Suryadi, akademisi dari Leiden Institute for Area Studies, Universiteit Leiden, The Netherlands, sebagai narasumber utama. Dr. Suryadi dikenal sebagai peneliti yang memiliki perhatian mendalam terhadap kajian Asia Tenggara, khususnya Minangkabau, baik dari aspek sejarah, budaya, maupun konstruksi pengetahuan dalam studi akademik global.

Tema yang akan dibahas dalam kuliah umum ini adalah:

“Minangkabau Ethnicity in the Eyes of Foreign Scholars: A Historical Tracing”

Tema tersebut mengangkat telaah kritis mengenai bagaimana etnisitas Minangkabau dipahami, direpresentasikan, dan dikonstruksi dalam kajian para sarjana asing sejak masa kolonial hingga periode akademik modern. Pembahasan ini menjadi penting karena studi-studi awal tentang Minangkabau banyak ditulis oleh peneliti luar, yang kemudian membentuk kerangka pengetahuan dan persepsi global mengenai masyarakat Minangkabau.

Melalui kuliah umum ini, peserta diharapkan dapat memahami dinamika produksi pengetahuan antropologis, termasuk bagaimana sudut pandang, kepentingan, dan konteks historis para peneliti asing memengaruhi cara mereka membaca dan menafsirkan etnisitas Minangkabau. Diskusi ini juga membuka ruang refleksi kritis bagi akademisi lokal untuk meninjau kembali posisi dan peran mereka dalam pengembangan studi antropologi Indonesia.

Acara ini akan diawali dengan kata sambutan dari:

  • Dr. Jendrius, M.Si, selaku Dekan FISIP Universitas Andalas

  • Dr. Syahrizal, M.Si, selaku Ketua Program Magister (Kapromag) Antropologi

Keduanya akan menyampaikan pengantar mengenai pentingnya kuliah umum internasional dalam memperkuat atmosfer akademik dan jejaring keilmuan di lingkungan FISIP Universitas Andalas.

Kuliah umum ini akan dimoderatori oleh Dr. Sri Setiawati, MA, dosen Antropologi FISIP Universitas Andalas, yang akan memandu jalannya diskusi agar berlangsung secara sistematis, kritis, dan interaktif.

Program Magister Antropologi FISIP Unand mengundang seluruh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain sebagai forum ilmiah, kuliah umum ini juga menjadi ruang pembelajaran lintas perspektif serta kesempatan untuk memperluas cakrawala berpikir dalam memahami antropologi Minangkabau di tingkat global.

 

 

Melalui kehadiran dan partisipasi aktif, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tradisi akademik, pengembangan keilmuan antropologi, serta peningkatan kualitas diskursus ilmiah di Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas.


Departemen Antropologi Universitas Andalas menyampaikan informasi penting kepada seluruh mahasiswa aktif terkait kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50%. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan institusional Universitas Andalas dalam membantu mahasiswa yang berada pada tahap akhir masa studinya agar dapat menyelesaikan perkuliahan tepat waktu tanpa terbebani secara finansial.

Kebijakan keringanan UKT ini mengacu pada Peraturan Rektor Universitas Andalas Nomor 11 Tahun 2024, yang secara resmi mengatur mekanisme pemberian keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik tertentu. Dengan adanya peraturan ini, mahasiswa yang sudah hampir menyelesaikan studinya memiliki kesempatan untuk memperoleh pengurangan UKT yang signifikan.

Ketentuan Mahasiswa yang Berhak Mengajukan

Berdasarkan peraturan tersebut, keringanan UKT sebesar 50% dapat diajukan oleh mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Program Diploma
    • Telah menempuh minimal 6 semester
    • Memiliki sisa beban studi maksimal 6 SKS
  2. Program Sarjana
    • Telah menempuh minimal 8 semester
    • Memiliki sisa beban studi maksimal 6 SKS

Mahasiswa yang memenuhi kriteria di atas dinyatakan berhak mengajukan keringanan UKT sebesar 50%, dengan catatan bahwa keringanan ini hanya dapat diberikan satu kali selama masa studi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mempertimbangkan dengan matang waktu pengajuan agar keringanan ini dimanfaatkan secara optimal.

Persyaratan Administratif

Untuk dapat mengajukan keringanan UKT, mahasiswa wajib memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan oleh universitas. Salah satu syarat utama adalah:

  • Telah lulus proses verifikasi dari Fakultas atau Program Studi

Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memenuhi ketentuan akademik, khususnya terkait jumlah semester yang telah ditempuh dan sisa SKS yang masih harus diselesaikan. Mahasiswa disarankan untuk segera berkoordinasi dengan pihak Program Studi atau Fakultas agar proses verifikasi dapat dilakukan tepat waktu.

Batas Waktu Pengajuan

Perlu diperhatikan bahwa pengajuan keringanan UKT memiliki batas waktu yang ketat dan tidak dapat diperpanjang. Adapun batas akhir pengajuan adalah:

  • Selasa, 29 Juli 2025
  • Pukul 11.00 WIB

Pengajuan yang dilakukan melewati batas waktu tersebut tidak akan diproses oleh pihak universitas. Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak menunda proses pengajuan dan segera melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Imbauan bagi Mahasiswa Antropologi

Departemen Antropologi Universitas Andalas mendorong seluruh mahasiswa yang telah memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kebijakan keringanan UKT ini dengan sebaik-baiknya. Keringanan UKT sebesar 50% tentu dapat meringankan beban biaya pendidikan, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang fokus pada penyelesaian tugas akhir atau skripsi.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu serta mengurangi potensi kendala non-akademik yang dapat menghambat kelulusan.

Mahasiswa diharapkan aktif mencari informasi lanjutan melalui kanal resmi Fakultas dan Universitas, serta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan pihak Program Studi Antropologi apabila terdapat hal-hal yang belum jelas terkait prosedur pengajuan.

Penutup

Demikian pengumuman ini disampaikan sebagai bentuk layanan informasi akademik kepada mahasiswa Departemen Antropologi Universitas Andalas. Jangan lewatkan kesempatan penting ini. Pastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi dan ajukan keringanan UKT sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Departemen Antropologi Universitas Andalas berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran studi dan keberhasilan akademik mahasiswa hingga tahap kelulusan.

 

Sabtu, 5 Juli 2025 menjadi salah satu hari paling penting bagi Departemen Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Pada tanggal ini, para mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru dalam Upacara Wisuda Periode II yang berlangsung di Gedung Auditorium Unand, Limau Manis, Padang. Momen tersebut bukan hanya penutup dari perjalanan panjang perkuliahan, tetapi juga pembuka jalan bagi babak baru dalam kehidupan profesional dan pengabdian para lulusan.

Upacara wisuda tahun ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, keluarga wisudawan, serta tamu undangan yang turut merasakan kebanggaan atas pencapaian para mahasiswa. Nuansa haru, bangga, dan syukur tampak dari wajah setiap orang yang hadir di ruangan tersebut. Bagi Program Studi Antropologi Sosial, momen ini adalah bukti nyata bahwa proses pendidikan, penelitian, dan pembinaan yang dilakukan selama bertahun-tahun telah menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi masyarakat.

Selama masa studi, mahasiswa Antropologi Sosial tidak hanya mempelajari teori dan konsep tentang manusia serta kebudayaannya, tetapi juga menjalani berbagai pengalaman langsung melalui kerja lapangan, penelitian etnografi, dan keterlibatan dalam program pengabdian masyarakat. Proses ini menuntut ketekunan, ketelitian, dan kemampuan memahami realitas sosial secara mendalam.

Para wisudawan telah menyelesaikan berbagai tahapan akademik yang kompleks, mulai dari diskusi kritis di kelas, analisis literatur ilmiah, penyusunan proposal penelitian, hingga menulis skripsi yang berbasis pada data lapangan. Semua pengalaman tersebut membentuk karakter ilmiah sekaligus kepekaan sosial yang menjadi ciri khas lulusan antropologi.

Dalam konteks masyarakat yang terus berubah, kehadiran antropolog menjadi semakin relevan. Para lulusan diharapkan menjadi pribadi yang mampu membaca gejala sosial secara objektif, memahami dinamika budaya, serta memberikan perspektif yang lebih humanis terhadap berbagai isu yang muncul. Pendidikan antropologi memberikan fondasi kuat agar mereka dapat berkontribusi pada bidang yang lebih luas, tidak hanya dalam akademisi, tetapi juga di sektor pemerintahan, penelitian, lembaga swadaya masyarakat, lembaga internasional, media, industri kreatif, hingga sektor korporasi yang membutuhkan analisis sosial budaya.

Departemen Antropologi Sosial percaya bahwa para lulusan membawa nilai-nilai penting yang akan membantu mereka dalam setiap langkah selanjutnya. Nilai empati, kemampuan memahami keberagaman, serta keterampilan menjembatani perbedaan budaya merupakan modal berharga yang dibutuhkan dalam berbagai konteks pekerjaan. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan membaca situasi sosial dan menjalin komunikasi lintas budaya menjadi keunggulan yang sangat kompetitif.

Selain itu, para wisudawan juga dibekali dengan keterampilan metodologis seperti observasi partisipatif, wawancara mendalam, analisis kualitatif, dan kemampuan merumuskan rekomendasi berbasis data. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam proses perumusan kebijakan, pengembangan program sosial, hingga analisis perilaku konsumen dalam dunia industri.

Sebagai institusi pendidikan, Departemen Antropologi Sosial memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan bangga atas capaian para lulusan. Wisuda bukanlah akhir dari hubungan antara mahasiswa dan departemen, tetapi justru menjadi titik awal bagi jaringan alumni yang lebih kuat. Departemen berharap para lulusan dapat menjaga komunikasi, berbagi pengalaman, serta ikut ambil bagian dalam kegiatan akademik maupun pengabdian yang melibatkan almamater.

Peran alumni sangat penting dalam memperluas dampak keilmuan antropologi di masyarakat. Melalui jejaring alumni, diharapkan akan tercipta kolaborasi dalam berbagai bidang, baik penelitian, pengabdian, maupun kesempatan kerja yang dapat memperkaya pengalaman generasi berikutnya.

Departemen Antropologi Sosial Universitas Andalas mengucapkan selamat kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati Periode II tahun 2025. Setiap perjalanan yang ditempuh hingga hari wisuda adalah bukti dedikasi, kerja keras, dan ketekunan yang layak dirayakan. Semoga para lulusan dapat melangkah dengan percaya diri, membawa nilai-nilai antropologi ke berbagai ruang kehidupan, serta menjadi pribadi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Departemen dengan bangga melepas generasi antropolog baru ini, dengan harapan mereka akan terus mengharumkan nama almamater serta menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia yang semakin kompleks.

melalui karya dan dedikasi para lulusannya.

Padang, 20 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan transparansi administrasi akademik mahasiswa, Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas menggelar kegiatan “Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Ujian Proposal dan Skripsi Sarjana serta Sosialisasi Student Activities Performance System (SAPS)” secara daring melalui Zoom. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen pembimbing, serta civitas akademika lainnya.

Kegiatan ini merupakan respon terhadap kebutuhan mahasiswa dalam memahami alur dan prosedur penyusunan tugas akhir serta pelaporan aktivitas kemahasiswaan. Dalam sambutannya, Dra. Yunarti, M.Hum, selaku Ketua Prodi S1 Antropologi Sosial, menekankan bahwa mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan pemahaman administratif yang rapi agar proses akademik berjalan lancar. Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum, selaku Ketua Departemen, yang menyoroti pentingnya integrasi antara sistem digital dan budaya akademik yang disiplin.

Persyaratan Terbaru Ujian Proposal

Berikut adalah ketentuan yang wajib dipenuhi mahasiswa sebelum mengajukan ujian proposal skripsi:
1. Mendapatkan ACC dari Pembimbing I dan II untuk dapat mengikuti ujian proposal (WAJIB).
2. Cek Turnitin dilakukan di Departemen Antropologi melalui dosen: Hairul Anwar, M.Si atau Jonson Handrian Ginting, MA.
3. Setelah hasil Turnitin keluar, mahasiswa wajib melengkapi berkas-berkas berikut dan menyerahkannya ke Admin Departemen:
   - SK Pembimbing
   - Bukti bimbingan yang telah ditandatangani oleh Pembimbing I dan II
   - Transkrip Nilai (dengan stabilo pada mata kuliah pilihan) dengan syarat minimal 139 SKS dan setidaknya mendapat nilai C+ pada mata kuliah:
     - Pengantar Antropologi
     - Teori Antropologi Klasik
     - Teori Antropologi Modern
     - Pengantar Metodologi Penelitian Sosial
     - Metodologi Penelitian Kualitatif I & II
   - Hasil Turnitin maksimal 30% (hanya halaman depan)
   - Bukti ACC untuk ujian
   - Bukti pembayaran UKT
   - Bukti telah menghadiri 4 kali ujian proposal mahasiswa lain
4. Semua dokumen harus disusun secara berurutan (1–7) dan diunggah ke Google Form pengajuan ujian proposal (tautan tersedia di bio akun resmi departemen).

Persyaratan Terbaru Ujian Skripsi

Untuk ujian skripsi, prosedurnya mencakup:
1. ACC dari Pembimbing I dan II sebagai syarat wajib.
2. Cek Turnitin serta cek sistematika naskah dilakukan bersama Hairul Anwar, M.Si atau Jonson Handrian Ginting, MA.
3. Setelah hasil keluar, mahasiswa wajib menyerahkan berkas-berkas berikut ke Admin:
   - SK Pembimbing
   - Bukti bimbingan yang telah ditandatangani oleh Pembimbing I dan II
   - Transkrip Nilai (stabilo mata kuliah pilihan) dengan total minimal 140 SKS
   - Berita Acara dan Catatan Hasil Ujian Proposal
   - Turnitin maksimal 30% (hanya halaman depan)
   - Bukti ACC untuk ujian
   - Bukti pembayaran UKT
   - Bukti telah menghadiri 4 kali ujian proposal
   - Sertifikat TOEFL dari Pusat Bahasa UNAND/UNP/ITI of Padang (asli ditunjukkan ke admin)
   - Sertifikat SAPS
   - Bukti Form ACC perbaikan sistematika
4. Semua persyaratan harus disusun secara berurutan (1–10) dan diunggah ke Google Form pengajuan ujian skripsi (tautan tersedia di bio akun resmi departemen).

Pemaparan Sistem SAPS

Selain SOP, kegiatan ini juga memperkenalkan sistem pelaporan aktivitas kemahasiswaan berbasis digital, yakni Student Activities Performance System (SAPS). Hairul Anwar, S.Sos, M.Si, sebagai narasumber, menjelaskan bahwa SAPS dirancang untuk mencatat berbagai aktivitas non-akademik mahasiswa seperti organisasi, kepanitiaan, lomba, dan pelatihan. Data ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam kelengkapan syarat akademik dan menjadi pertimbangan prestasi tambahan bagi lulusan antropologi.

Komitmen Departemen untuk Kemajuan Mahasiswa

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Departemen Antropologi Sosial berharap mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten secara keilmuan, tetapi juga paham prosedur administratif serta memiliki portofolio kegiatan yang mendukung pengembangan diri secara menyeluruh.

Untuk informasi lengkap, mahasiswa dapat mengikuti kanal komunikasi resmi departemen di Instagram dan grup WhatsApp, serta membaca panduan yang telah disediakan.

 

Kontributor : Irzan Marza Syafri, S. Kom