
Departemen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas menyelenggarakan Seminar Internasional Antropologi yang mengangkat tema “Ethnicity, Social Transformation, and Development” pada 19–20 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FISIP Universitas Andalas, mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, dan menjadi bagian dari agenda akademik berskala internasional yang mengintegrasikan seminar ilmiah dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Seminar internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Andalas dan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia (UniSZA). Kolaborasi lintas negara ini menegaskan komitmen Departemen Antropologi Sosial FISIP Unand dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat diskursus antropologi yang relevan dengan dinamika sosial di kawasan Asia Tenggara.
Tema yang diusung menempatkan etnisitas, transformasi sosial, dan pembangunan sebagai tiga isu sentral yang saling berkaitan dalam kajian antropologi. Dalam konteks masyarakat yang terus mengalami perubahan akibat globalisasi, modernisasi, dan kebijakan pembangunan, antropologi memiliki peran penting untuk membaca dampak sosial dan budaya yang muncul di tingkat lokal. Seminar ini menjadi ruang refleksi kritis atas bagaimana identitas etnis bernegosiasi dengan perubahan sosial serta bagaimana pembangunan dapat dipahami secara lebih kontekstual dan berkeadilan.
Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dari Universitas Andalas dan UniSZA Malaysia sebagai pemateri dan panelis. Para narasumber membahas berbagai perspektif teoretis dan hasil penelitian empiris terkait dinamika etnisitas, perubahan struktur sosial, serta tantangan pembangunan di masyarakat multikultural. Diskusi yang berlangsung tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga reflektif terhadap praktik-praktik pembangunan yang sering kali beririsan dengan isu identitas, ketimpangan, dan keberlanjutan sosial.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat, yang menegaskan bahwa antropologi tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi juga berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan visi Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas dalam mengembangkan ilmu antropologi yang aplikatif dan responsif terhadap persoalan sosial.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa, dosen, serta peneliti yang aktif mengikuti rangkaian acara selama dua hari pelaksanaan. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan kritis dari peserta, menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu etnisitas dan transformasi sosial yang dibahas. Seminar ini juga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, memahami perkembangan kajian antropologi kontemporer, serta berinteraksi langsung dengan akademisi internasional.
Bagi Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas, penyelenggaraan seminar internasional ini memiliki makna strategis. Selain memperkuat posisi departemen dalam jejaring akademik regional, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas akademik, khususnya dalam pengembangan riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi internasional. Keterlibatan mitra dari UniSZA Malaysia menunjukkan adanya kesamaan kepedulian terhadap isu-isu sosial di kawasan Asia Tenggara yang memiliki latar belakang budaya dan sejarah yang saling terkait.
Melalui Seminar Internasional Antropologi ini, Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas berharap dapat terus mendorong dialog akademik yang kritis, inklusif, dan berkelanjutan. Tema etnisitas, transformasi sosial, dan pembangunan diharapkan tidak hanya menjadi bahan diskusi akademik, tetapi juga menjadi landasan pemikiran dalam merumuskan kebijakan dan praktik sosial yang lebih sensitif terhadap konteks budaya.
Kegiatan ini menegaskan peran antropologi sebagai disiplin ilmu yang relevan dalam membaca perubahan sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berorientasi pada manusia dan kebudayaan.
