
- Details
- Written by Irzan admantro
Universitas Andalas, khususnya Departemen Antropologi, menyampaikan selamat dan semangat kepada seluruh mahasiswa dalam menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun Akademik 2024/2025. Momen ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa selama setengah semester berlangsung.
UTS tidak hanya menjadi sarana penilaian akademik, tetapi juga momentum untuk merefleksikan sejauh mana mahasiswa memahami materi yang telah disampaikan oleh dosen. Selain itu, ujian ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran akademik.
Sebagaimana tercantum dalam kalender akademik yang telah diperbarui, pelaksanaan UTS Semester Genap tahun ini dimulai pada tanggal 14 April 2025 hingga 25 April 2025. Mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Hal ini mencakup pengelolaan waktu belajar yang efisien, pemahaman terhadap silabus dan pokok bahasan mata kuliah, serta konsultasi aktif dengan dosen mata kuliah jika diperlukan.
Departemen Antropologi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik selama ujian berlangsung. Sikap jujur dalam mengerjakan soal merupakan bagian dari karakter yang dibentuk dalam proses pendidikan. Mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan kehidupan sosial setelah lulus nanti.
Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa ujian. Istirahat yang cukup, asupan gizi yang baik, serta manajemen stres yang sehat merupakan bagian dari strategi sukses dalam menghadapi UTS. Departemen Antropologi selalu terbuka untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan baik dalam pembelajaran maupun dalam hal non-akademik.
Menariknya, dalam publikasi visual dari Departemen Antropologi, disematkan kutipan dari tokoh ilmuwan dunia, Albert Einstein, yang berbunyi: “Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think.” Kutipan ini sangat relevan dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan di Universitas Andalas. Pendidikan bukan semata-mata menghafal teori, melainkan proses pembentukan cara berpikir kritis, analitis, dan reflektif—kemampuan yang sangat penting dalam disiplin ilmu Antropologi.
Departemen Antropologi berharap agar seluruh mahasiswa dapat memaknai ujian ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan perkembangan akademik serta menjadi momen evaluasi diri yang positif. Ujian adalah bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi, dua hal yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Akhir kata, kami mengucapkan selamat menempuh Ujian Tengah Semester kepada seluruh mahasiswa Antropologi Universitas Andalas. Persiapkan diri dengan baik, tetap semangat, dan semoga hasil yang diperoleh sesuai dengan usaha dan harapan. Sukses selalu untuk semua mahasiswa!
Salam hangat,
Departemen Antropologi
Universitas Andalas
- Details
- Written by Irzan admantro
Padang – Pada tanggal 19 Maret 2025, keluarga besar Departemen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas melaksanakan acara buka puasa bersama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan yang penuh berkah. Acara ini memiliki makna yang sangat mendalam, karena selain menjadi ajang silaturrahim, juga merupakan kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur atas capaian akademik yang luar biasa yang diraih oleh dua sosok penting dalam dunia akademik di Universitas Andalas, yaitu Bapak Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum dan Bapak Prof. Dr. Lucky Zamzami, M.Soc, M.Hum, yang baru saja meraih gelar guru besar.
Buka puasa bersama ini dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Departemen Antropologi Sosial. Momen ini memberikan kesempatan bagi seluruh keluarga besar untuk berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus merayakan pencapaian akademik dan refleksi perjalanan yang telah dilalui bersama selama ini. Acara ini bukan hanya sekadar berbuka puasa, tetapi juga merupakan bentuk rasa syukur atas proses panjang yang telah dijalani dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang antropologi sosial.
Dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan, Bapak Prof. Dr. rer. soz. Nursyirwan Effendi, salah satu tokoh senior dalam dunia akademik di Departemen Antropologi Sosial, memberikan sambutan yang penuh makna. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tiga poin reflektif yang sangat menggugah dan mewakili perasaan seluruh anggota keluarga besar Antropologi Sosial.
Pertama, rasa haru yang mendalam ketika merasakan kembali atmosfer kekeluargaan yang terjalin erat di antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di Departemen Antropologi Sosial. Beliau mengutip pesan dari almarhum Bapak Prof. Dr. Imran Manan, MA, yang selalu mengingatkan agar kita senantiasa bekerja sama, saling menolong, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Pesan ini sangat relevan untuk terus menjaga keharmonisan dan kerjasama yang telah terjalin di Departemen Antropologi Sosial, yang telah terbukti mampu menghasilkan berbagai pencapaian gemilang dalam dunia pendidikan.
Kedua, rasa bangga yang sangat besar karena menyaksikan dua mantan mahasiswa yang dulu belajar dan berproses di bawah bimbingan para dosen, kini telah berhasil meraih gelar guru besar. Keberhasilan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bersama seluruh keluarga besar Departemen Antropologi Sosial, karena pencapaian ini mencerminkan hasil dari sistem pembelajaran yang berkualitas serta pengembangan pemikiran kritis yang telah mereka lalui selama ini.
Ketiga, meskipun ada rasa sedih, namun sedih itu bukanlah karena kehilangan, melainkan karena keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai oleh para kolega. Dalam hal ini, beliau menyebutkan bahwa mereka yang sebelumnya menjadi sosok panutan dalam melakukan riset lapangan dan berkontribusi dalam berbagai penelitian sosial kini menapaki jenjang akademik tertinggi dan mengembangkan jalur riset mereka sendiri. Kesedihan ini, menurut Bapak Prof. Dr. rer. soz. Nursyirwan Effendi, adalah bukti bahwa perjalanan keilmuan telah mencapai titik yang tinggi dan membanggakan.
Di akhir sambutannya, Bapak Prof. Dr. rer. soz. Nursyirwan Effendi memberikan semangat dan doa agar seluruh dosen di Departemen Antropologi Sosial dapat terus berproses menuju pencapaian akademik tertinggi dan terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Doa dan harapan tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus menimba ilmu, berdedikasi dalam penelitian, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Ibu Dr. Sri Setiawati, MA, yang dengan tulus hati menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan acara buka puasa bersama ini. Semoga amal kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah dan mendapat berkah dari Allah SWT.
Acara ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kebersamaan yang terjalin terus terpelihara. Selain sebagai ajang silaturrahim, kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat ikatan batin di antara anggota keluarga besar Departemen Antropologi Sosial, serta memotivasi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang antropologi sosial.
Barakallahu fiikum untuk semua yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap langkah kita. In shaa Allah, sampai jumpa pada kesempatan berikutnya dalam momen yang lebih bermakna.
- Details
- Written by Irzan admantro

Universitas Andalas secara resmi mengumumkan perubahan pada kalender akademik tahun 2025. Penyesuaian ini mencakup berbagai kegiatan penting, baik akademik maupun pelaksanaan wisuda. Melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Ak., perubahan ini ditujukan kepada seluruh civitas akademika untuk memastikan kelancaran proses pendidikan serta penyesuaian terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan universitas.
Penyesuaian Jadwal Akademik
Beberapa kegiatan akademik utama yang mengalami perubahan jadwal antara lain Ujian Tengah Semester (UTS), input nilai, masa kuliah dan praktikum, hingga Ujian Akhir Semester (UAS). Misalnya, UTS yang semula dijadwalkan pada 7–17 April 2025, kini diubah menjadi 14–25 April 2025. Input nilai UTS yang sebelumnya berlangsung pada 8–25 April 2025, kini dijadwalkan ulang pada 15 April – 1 Mei 2025.
Masa kuliah dan praktikum II untuk program D3, S1, Profesi, S2, dan S3 yang sebelumnya berakhir pada 6 Juni 2025 juga diperpanjang menjadi 13 Juni 2025. Libur besar atau masa tenang pun diubah dari 9–13 Juni menjadi 16–20 Juni 2025.
Ujian Akhir Semester (UAS) yang sangat dinantikan mahasiswa mengalami pergeseran dari 16–27 Juni ke tanggal baru yaitu 23 Juni – 4 Juli 2025. Ini berdampak pada input nilai akhir, yang kini dijadwalkan antara 24 Juni hingga 15 Juli 2025. Pelaksanaan ujian ulang dan input nilai remedial berlangsung pada 1–18 Juli 2025, dan batas akhir input nilai serta perubahan nilai ujian ditetapkan pada 18 Juli 2025.
Kegiatan Lanjutan Akademik
Setelah kegiatan ujian dan input nilai selesai, perkuliahan/UTS/UAS semester antara dijadwalkan pada 30 Juni – 25 Juli 2025. Evaluasi Kemajuan Studi Mahasiswa Program D3, S1, S2, S3, Profesi, dan Spesialis akan dilaksanakan mulai 21 Juli hingga 8 Agustus 2025. Mahasiswa yang ingin mengurus pindah, istirahat, atau aktif kembali, diberikan waktu dari 21 Juli hingga Agustus 2025.
Penyesuaian jadwal ini menuntut mahasiswa dan dosen untuk menyesuaikan rencana akademik dan kegiatan belajar mengajar mereka. Disarankan agar seluruh elemen civitas akademika secara proaktif memperhatikan perubahan ini, terutama yang berkaitan langsung dengan nilai, ujian, dan evaluasi studi.
Jadwal Wisuda yang Disesuaikan
Selain kegiatan akademik, bagian penting lainnya dari kalender ini adalah pelaksanaan wisuda. Wisuda merupakan momen yang sangat dinanti oleh mahasiswa dan keluarganya sebagai penanda akhir dari perjuangan akademik. Untuk tahun 2025, terjadi perubahan pada pelaksanaan Wisuda II dan Wisuda III.
Wisuda II yang awalnya direncanakan pada 26 April 2025, kini dijadwalkan ulang menjadi 3 Mei 2025. Sementara itu, Wisuda III tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal yaitu 5 Juli 2025, meskipun batas akhir pendaftarannya dimajukan dari 26 Juni menjadi 20 Juni 2025.
Perubahan ini tentu berdampak pada persiapan administratif mahasiswa yang akan lulus. Oleh karena itu, seluruh calon wisudawan diimbau untuk memperhatikan batas akhir pendaftaran dan kelengkapan dokumen agar tidak mengalami kendala menjelang hari pelaksanaan.
Imbauan kepada Civitas Akademika
Melalui surat edaran ini, pihak universitas menegaskan pentingnya kerja sama dan perhatian dari seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa untuk menyukseskan perubahan kalender ini. Penyesuaian ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar proses akademik tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika dan tantangan operasional yang mungkin terjadi.
Semua informasi terkait perubahan kalender akademik ini bisa diakses melalui saluran resmi Universitas Andalas, termasuk situs web, media sosial, serta papan pengumuman fakultas dan departemen.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan semua elemen kampus dapat menjalani tahun akademik 2025 dengan lebih tertata, terarah, dan sukses dalam pencapaian masing-masing
- Details
- Written by Irzan admantro

Padang, Universitas Andalas – Ikatan Kekerabatan Antropologi (IKA) Universitas Andalas (UNAND) baru-baru ini menggelar pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Besar (Mubes) IKA, yang berlangsung di Gedung D FISIP UNAND pada Sabtu, 22 Februari 2025. Acara ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi bagi alumni dan mahasiswa, tetapi juga menyuguhkan perjalanan panjang disiplin ilmu antropologi yang telah berkembang di Universitas Andalas sejak tahun 1982.
Pameran ini menampilkan koleksi beragam yang menggambarkan perkembangan ilmu antropologi di UNAND, termasuk foto-foto kegiatan mahasiswa dari tahun 1982 hingga sekarang, benda koleksi pribadi maupun milik kampus, serta arsip sejarah. Beberapa koleksi yang dipamerkan juga berasal dari wilayah Mentawai dan Minangkabau, yang mencerminkan kajian etnografi sebagai bagian integral dari antropologi di UNAND.
Kepala Departemen Antropologi Universitas Andalas, Zainal Arifin, menyatakan bahwa pameran ini hadir berkat inisiatif mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas mereka sekaligus memperlihatkan bagaimana disiplin ilmu antropologi berkembang seiring berjalannya waktu. “Pameran ini adalah kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk melihat bagaimana antropologi berkembang di Universitas Andalas. Melalui koleksi-koleksi mahasiswa, foto dokumentasi, serta arsip sejarah yang dipamerkan, kita bisa menyaksikan dinamika ilmu antropologi di sini sejak awal mula berdirinya jurusan ini,” ungkap Zainal.
Menurut Zainal, pameran ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih mengenal sejarah dan kontribusi ilmu antropologi di UNAND, sekaligus menjadi ajang refleksi bagi para alumni tentang perjalanan mereka dalam mendalami disiplin ini. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk nostalgia, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar-generasi dalam dunia antropologi.
Perwakilan IKA Universitas Andalas, Yefri Heriani, menambahkan bahwa pameran ini bukan sekadar menampilkan koleksi foto dan benda etnografi, melainkan juga mencerminkan semangat dan kontribusi ilmu antropologi terhadap masyarakat. “Antropologi adalah ilmu yang mengkaji berbagai isu kemanusiaan dan perubahan budaya. Melalui pameran ini, kita bisa melihat bagaimana ilmu ini berkembang di Universitas Andalas dan bagaimana kontribusinya terhadap masyarakat,” jelas Yefri.
Selain pameran, Musyawarah Besar (Mubes) IKA juga menjadi momen penting untuk refleksi dan evaluasi bagi anggota. Dalam kegiatan ini, anggota IKA meninjau ulang Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menyusun program kerja, serta memilih kepengurusan baru untuk masa depan IKA. Yefri menambahkan, "Harapan kami, IKA tidak hanya bermanfaat bagi alumni, tetapi juga memiliki dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat luas."
Sebagai bagian dari perayaan ini, civitas akademika antropologi sosial Universitas Andalas juga memberikan apresiasi kepada para pendiri jurusan yang telah berperan penting dalam membangun dan mengembangkan disiplin ilmu antropologi di UNAND. Nama-nama seperti Abdul Aziz Saleh, Khaidir Anwar, Muchtar Naim, dan Imran Manan menjadi simbol dedikasi dan perjuangan dalam mengembangkan ilmu antropologi di kampus ini. Berkat dedikasi mereka, antropologi di Universitas Andalas kini menjadi wadah bagi mahasiswa dan alumni untuk terus belajar, berkontribusi, serta memahami keberagaman budaya.
Pameran ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat hubungan antar-generasi dalam dunia antropologi, sekaligus mendorong semangat keilmuan di kalangan mahasiswa dan alumni. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara mahasiswa, alumni, dan para dosen dalam mengembangkan ilmu antropologi yang tidak hanya relevan di dunia akademis, tetapi juga memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.
Ke depan, diharapkan bahwa pameran ini akan terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan antropologi di Universitas Andalas, serta menjadi platform bagi generasi baru untuk mengapresiasi dan memahami perjalanan panjang disiplin ilmu ini dalam membentuk wawasan kebudayaan dan kemanusiaan.