Instagram Post

Pada Rabu, 16 Oktober 2024, Convention Hall Universitas Andalas menjadi saksi dari Alumni Sharing Session Part 2 yang menghadirkan Bapak Nanang Farid, S.Sos, M.Kom, alumni Antropologi Unand angkatan 2022. Sebagai seorang profesional yang telah berpengalaman dalam pemerintahan dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Society of Indonesia Environmental Journalist, Bapak Nanang hadir untuk berbagi wawasan berharga kepada mahasiswa saat ini.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari MC yang memandu jalannya sesi. Suasana menjadi semakin khidmat saat Rektor Universitas Andalas, Bapak Dr. Efa Yonnedi, SE, memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Bapak Efa Yonedi menekankan pentingnya kolaborasi antara alumni dan mahasiswa untuk membangun jaringan yang kuat serta berbagi pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Setelah sambutan, moderator mengundang Bapak Nanang untuk menyampaikan materi dengan judul "Pentingnya Kemampuan Soft-Skill Berorganisasi bagi Mahasiswa sebagai Kebutuhan di Era Digital." Dalam pemaparannya, Bapak Nanang menguraikan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang pesat, soft skill menjadi salah satu aset terpenting bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan pengalaman langsung di lapangan, Bapak Nanang menjelaskan bagaimana soft skill dapat membuka peluang lebih luas dalam berkarir. Ia memberikan contoh nyata dari pengalaman pribadinya, di mana keterampilan berorganisasi membantunya dalam menjalankan proyek-proyek di pemerintahan serta dalam jabatannya di organisasi jurnalistik. Peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan ini, dan banyak yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Setelah penyampaian materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, dan suasana diskusi menjadi hidup dengan berbagai pertanyaan yang menggugah pemikiran. Bapak Nanang dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, memberikan perspektif dan tips praktis tentang cara mengasah soft skill dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa, terutama tentang bagaimana menerapkan teori yang dipelajari dalam konteks nyata.

Setelah sesi diskusi ditutup, Bapak Nanang melanjutkan kegiatan dengan mengisi materi di siang harinya dalam acara Antrofest 2024, dengan judul "Dunia Maya, Dunia Nyata: Dilema Identitas Digital." Di sini, ia menjelaskan tantangan yang dihadapi individu dalam membangun identitas di era digital. Melalui analisis yang mendalam, Bapak Nanang membahas bagaimana media sosial dan platform digital lainnya dapat memengaruhi cara seseorang menampilkan diri dan berinteraksi dengan orang lain.

Ia menyampaikan bahwa dunia maya sering kali menciptakan kesan yang berbeda dari kenyataan, dan penting bagi individu untuk memahami dampak dari pengaruh tersebut. Materi ini sangat relevan, terutama bagi mahasiswa yang hidup dalam lingkungan digital. Diskusi kembali berlangsung hangat, dengan mahasiswa memberikan pandangan dan pengalaman mereka terkait identitas digital, yang menambah kedalaman diskusi.

Acara ditutup dengan kesimpulan yang mengajak mahasiswa untuk lebih sadar akan pentingnya keterampilan berorganisasi dan pengelolaan identitas digital di era modern ini. Bapak Nanang mengingatkan peserta bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci sukses di masa depan.

Dengan keberhasilan acara Alumni Sharing Session Part 2 ini, diharapkan mahasiswa Universitas Andalas dapat lebih termotivasi untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan peluang yang ada. Bapak Nanang Farid tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di dunia yang terus berubah.