
Pada tanggal 22 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Kem-Antro sukses menggelar acara Antrofest 2024 bertajuk pameran tekstil dan sharing session. Acara yang berlangsung di Gedung B ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga dosen, menciptakan suasana yang meriah dan penuh antusiasme.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari MC yang memandu jalannya acara. Dalam suasana khidmat, semua hadirin diminta untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suara yang merdu menggema di ruangan, menambah semangat dan rasa kebersamaan di antara para peserta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menandakan bahwa setiap langkah yang diambil dalam kegiatan ini diharapkan senantiasa diberkahi.
Ketua Pelaksana Antrofest, Aldika Syahlan, kemudian memberikan kata sambutan. Dalam pidatonya, Aldika menyampaikan harapannya agar pameran ini tidak hanya menjadi ajang pameran tekstil, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui kain dan produk tekstil yang dihasilkan. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin deras.
Selanjutnya, Sukma Abimayu, Ketua KEM Antropologi Universitas Andalas, memberikan sambutan yang tak kalah bersemangat. Ia menekankan betapa pentingnya kolaborasi antar mahasiswa untuk menyukseskan acara ini. Sukma berharap, melalui Antrofest 2024, mahasiswa dapat lebih memahami dan menghargai keragaman budaya yang ada di Indonesia.
Acara semakin khidmat dengan kehadiran Ibu Dr. Maskota Delfi, M.Hum, sebagai Pembina KEM Antropologi UNAND, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya. Bapak Sidarta Pujiraharjo, S.Sos, M.Hum, yang mewakili Ketua Departemen Antropologi, juga turut memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menggali potensi budaya.
Acara pembukaan diakhiri dengan sambutan dari Ibu Dr. Yevita Nurti, M.Si, yang mewakili Dekan FISIP. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Antrofest 2024. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya kita," tuturnya.
Setelah rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan doa dan pemotongan pita sebagai simbol resmi dibukanya pameran. Semua hadirin beranjak untuk melakukan tour pameran, di mana mereka dapat melihat berbagai produk tekstil yang dipamerkan. Pameran ini menampilkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar dan menghargai seni tekstil.
Setelah tour pameran, acara berlanjut dengan sharing session yang dipandu oleh seorang moderator. Pembicara utama, Bubung Angkawijay, Martha Hendra dan Ricky Carsian, menyampaikan materi yang menarik dan mendalam mengenai makna di balik setiap motif tekstil. Mereka menjelaskan bagaimana tekstil tidak hanya berfungsi sebagai bahan pakaian, tetapi juga menyimpan sejarah dan nilai-nilai budaya yang kaya.
Sharing session ini memberikan wawasan baru bagi peserta, terutama mahasiswa yang tertarik dengan bidang antropologi dan seni. Diskusi yang berlangsung sangat interaktif, di mana peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait dengan tema yang dibahas. Acara ini ditutup dengan penutupan yang hangat, menandai suksesnya sesi berbagi ilmu dan pengalaman.
Malam harinya, suasana semakin meriah dengan acara non-formal yang menampilkan berbagai hiburan seperti puisi, teater, dan penampilan musik dari band mahasiswa. Suasana penuh keceriaan dan kehangatan menyelimuti acara ini, menciptakan kenangan indah bagi semua yang hadir. Antrofest 2024 berhasil menjadi wadah kreativitas dan kolaborasi, mengajak semua orang untuk lebih mengenal dan mencintai budaya melalui tekstil.
