Screenshot 2026 06 03 101718

Kontributor
Nofri Elfira Dahnil,S.Kom

PADANG, ANTROPOLOGI – Menyusul kesuksesan agenda besar Seminar Nasional Mentawai yang telah dilaksanakan sebelumnya, Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas kembali menorehkan pencapaian membanggakan. Kali ini, momentum akademik tersebut dilanjutkan melalui aksi nyata para mahasiswa S1 dan S2 Antropologi Sosial yang sukses menyelenggarakan Pameran Foto Etnografi Mentawai.

Pameran yang memukau visual dan menyajikan kedalaman narasi budaya ini digelar secara resmi di Selasar Gedung B FISIP Universitas Andalas pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2026.

Acara pameran foto ini bukan sekadar ajang unjuk visual, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan output kreatif dari mata kuliah Etnografi Mentawai. Di bawah bimbingan dan arahan langsung dari tim dosen pengampu yang berdedikasi tinggi Dr. Maskota Delfi, M.Hum., Noviy Hasanah, S.Sos., M.Hum., dan Sidarta Pujiraharjo, S.Sos., M.Hum. para mahasiswa berhasil mengawinkan metode penelitian antropologis dengan seni fotografi.

Kolaborasi yang solid antara mahasiswa program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) ini melahirkan sebuah ruang dialektika baru. Di mana teori-teori antropologi, pemahaman mendalam tentang kebudayaan suku Mentawai, serta dinamika sosial yang dipelajari di dalam ruang kelas, berhasil diejawantahkan ke dalam bingkai foto yang sarat akan makna.

Sejak pagi hari pada tanggal 22 Mei 2026, suasana Gedung B FISIP disulap menyerupai jendela yang langsung menghadap ke pedalaman Kepulauan Mentawai. Setiap sudut ruangan dipenuhi oleh jepretan kamera mahakarya mahasiswa yang menangkap berbagai dimensi kehidupan masyarakat Mentawai. Mulai dari relasi harmonis manusia dengan alam, potret keseharian, ritual adat, peran Sikerei (dukun adat), hingga tantangan modernitas yang kini tengah dihadapi oleh kebudayaan lokal tersebut.

Keunikan dari pameran foto etnografi ini terletak pada caption atau narasi pendukung yang menyertai setiap foto. Mahasiswa tidak sekadar menampilkan estetika visual, tetapi juga memberikan penjelasan berbasis pendekatan etnografis. Pengunjung pameran diajak untuk menyelami cerita di balik layar, memahami simbol-simbol kebudayaan, dan merasakan emosi yang tertangkap dalam lensa. Hal ini membuat pameran berhasil menarik perhatian tidak hanya dari kalangan sivitas akademika FISIP, tetapi juga mahasiswa dari berbagai fakultas lain di Universitas Andalas serta pemerhati budaya.

Tim dosen pengampu menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa. Pameran ini dinilai sukses menjadi jembatan komunikasi yang efektif untuk membumikan ilmu antropologi kepada masyarakat luas. Melalui media visual, pesan-pesan pelestarian budaya dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat Mentawai dapat tersampaikan dengan lebih inklusif dan menyentuh.

Keberhasilan rangkaian acara mulai dari Seminar Nasional hingga Pameran Foto Etnografi ini menegaskan kembali posisi Departemen Antropologi Universitas Andalas sebagai salah satu pusat studi kebudayaan dan masyarakat koridor barat Indonesia yang aktif, progresif, dan inovatif.

Departemen Antropologi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim dosen pengampu, seluruh panitia mahasiswa S1 dan S2, serta semua pihak yang telah berkontribusi dan meramaikan pameran ini. Semoga karya-karya yang dilahirkan terus memantik diskusi akademik yang kritis dan menumbuhkan kepedulian yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Nusantara. Sampai jumpa di agenda-agenda akademik dan ruang kreativitas antropologi berikutnya! Selamat & Sukses!