PALEMBANG – Program Studi Magister (S2) Antropologi Sosial, Departemen Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas melaksanakan rangkaian kegiatan Roadshow dan Pengabdian Masyarakat yang bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada Kamis, 16 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas untuk memperluas jejaring akademik serta berbagi kepakaran dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi di tingkat regional Sumatera. Fokus utama dari kegiatan pengabdian kali ini adalah memberikan pendampingan strategis terkait "Tata Kelola dan Penulisan Jurnal", sebuah isu krusial dalam ekosistem akademik modern yang menuntut produktivitas riset dan publikasi berkualitas tinggi.
Kegiatan diawali dengan sesi Roadshow yang bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan Program Magister Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas kepada civitas akademika UNSRI. Dalam sesi ini, tim dari UNAND memaparkan perkembangan terbaru kurikulum S2 yang telah disesuaikan dengan standar internasional, sejalan dengan proses penilaian akreditasi internasional ACQUIN yang sedang dijalani. Promosi ini tidak hanya sekadar memaparkan visi dan misi prodi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai profil lulusan yang mampu bersaing di kancah global. Upaya ini diharapkan dapat menarik minat para alumni S1 maupun praktisi di Sumatera Selatan untuk melanjutkan studi lanjutan di Universitas Andalas, sekaligus memperkuat kolaborasi riset antar-pascasarjana di kedua universitas ternama tersebut.
Memasuki agenda inti pengabdian masyarakat, diskusi mengenai tata kelola jurnal menjadi topik yang menarik perhatian banyak peserta. Tim pengabdian menjelaskan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah di era digital memerlukan manajemen yang rapi, mulai dari proses peer-review yang transparan hingga pemenuhan standar indeksasi nasional maupun internasional. Para peserta, yang terdiri dari pengelola jurnal dan dosen di lingkungan FISIP UNSRI, mendapatkan wawasan mengenai pentingnya integritas akademik dan konsistensi publikasi. Dalam perspektif antropologi, pengelolaan jurnal juga dilihat sebagai bentuk pengelolaan pengetahuan (knowledge management) yang harus mampu mendokumentasikan fenomena sosial secara akurat agar dapat menjadi rujukan ilmiah yang kredibel di masa depan.
Selain aspek tata kelola, sesi penulisan jurnal menjadi bagian yang paling dinantikan oleh para mahasiswa dan dosen muda. Penulisan artikel ilmiah yang mampu menembus jurnal bereputasi memerlukan teknik khusus, mulai dari perumusan masalah yang tajam, penggunaan metodologi etnografi yang mendalam, hingga cara membangun argumentasi yang orisinal. Tim dari Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas memberikan tips praktis mengenai cara menyusun naskah yang menarik bagi editor jurnal, termasuk cara menghindari plagiarisme dan memilih jurnal sasaran yang tepat. Pendekatan antropologis yang menekankan pada data lapangan yang kaya (thick description) ditekankan sebagai kekuatan utama yang harus ditonjolkan oleh penulis agar artikel memiliki daya tawar yang tinggi di forum ilmiah internasional.
Interaksi yang dinamis menyelimuti seluruh jalannya acara, di mana terjadi pertukaran gagasan yang produktif mengenai tantangan yang dihadapi oleh akademisi dalam memenuhi tuntutan publikasi. Banyak peserta yang mengonsultasikan draf penelitian mereka dan mendapatkan masukan langsung dari para pakar. Atmosfer akademik yang hangat ini membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bukan hanya komunikasi satu arah, melainkan sebuah dialog kolegial untuk tumbuh bersama. Semangat kolaborasi ini sangat penting dalam membangun standar kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam memajukan ilmu-ilmu sosial agar lebih responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat lokal maupun nasional.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini ditutup dengan kesepakatan informal untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, seperti penelitian kolaboratif dan pertukaran penguji atau pemateri antar-institusi. Pihak FISIP Universitas Sriwijaya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan dan berbagi ilmu yang dilakukan oleh Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas. Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas publikasi ilmiah dari kedua universitas dapat meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi antropologi Indonesia di kancah dunia. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa sinergi antar-perguruan tinggi di Sumatera adalah kunci dalam mewujudkan visi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan bermanfaat bagi pembangunan bangsa.
