PRABUMULIH– Dalam upaya menjalankan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi S1 Antropologi Sosial, Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) sukses menyelenggarakan kegiatan Roadshow dan Pengabdian Masyarakat pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 7 Prabumulih, Sumatera Selatan ini, menjadi momentum penting bagi departemen untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam memberikan edukasi sosial bagi generasi muda di tingkat sekolah menengah atas.
Kegiatan ini membawa misi ganda yang sangat strategis. Pertama, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika psikososial siswa saat ini, yakni “Bullying dan Kenakalan Remaja”. Kedua, sebagai ajang roadshow untuk memperkenalkan lebih dekat program studi Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas kepada para siswa kelas XII yang tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui pendekatan antropologis yang humanis, tim pengabdian berusaha membedah fenomena sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah agar siswa memiliki kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan inklusif.
Dalam sesi inti pengabdian masyarakat, para pemateri memaparkan bahwa fenomena bullying atau perundungan bukanlah sekadar masalah individu, melainkan sebuah dinamika sosial yang kompleks. Dari perspektif antropologi, perilaku ini sering kali berakar pada struktur relasi kuasa yang tidak seimbang di antara kelompok sebaya. Tim menjelaskan secara mendalam bagaimana budaya sekolah dapat memengaruhi perilaku siswa, serta pentingnya menumbuhkan rasa empati dan toleransi terhadap perbedaan budaya, latar belakang, maupun fisik. Siswa diajak untuk memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan sosial yang harus dijaga, bukan alasan untuk melakukan marginalisasi atau tindakan diskriminatif yang berujung pada kenakalan remaja.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat memasuki sesi diskusi interaktif. Banyak siswa yang berbagi pandangan serta bertanya mengenai batasan antara bercanda dan perundungan yang sering kali tumpang tindih dalam pergaulan sehari-hari. Penjelasan yang diberikan oleh tim dosen dan mahasiswa menekankan bahwa kenakalan remaja sering kali merupakan bentuk pelampiasan dari kurangnya ruang ekspresi yang sehat. Dengan memberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari bullying, baik bagi korban maupun pelaku, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan efek jera secara moral dan membangun mentalitas yang lebih positif di lingkungan SMA Negeri 7 Prabumulih.
Selain fokus pada isu sosial, Roadshow ini juga menjadi sarana promosi yang efektif bagi Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas. Tim memperkenalkan keunggulan kurikulum, prospek kerja lulusan antropologi yang sangat luas di berbagai sektor—mulai dari riset, pemberdayaan masyarakat, hingga industri kreatif—serta status akreditasi internasional yang kini telah diraih oleh prodi ini. Penjelasan mengenai pengalaman belajar di kampus Universitas Andalas yang kental dengan nuansa akademik dan keanekaragaman budaya lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa yang ingin mengeksplorasi ilmu sosial lebih mendalam di masa depan.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 sd selesai WIB ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan antara Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas dengan pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 7 Prabumulih menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus terjalin di masa mendatang guna meningkatkan literasi sosial siswa. Bagi Departemen Antropologi, kunjungan ke Sumatera Selatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah nyata dalam mendiseminasikan ilmu pengetahuan agar bermanfaat langsung bagi masyarakat luas serta menjaring bibit-bibit unggul untuk menjadi bagian dari keluarga besar Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas.
