Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa penuh keberkahan, kedamaian, dan ampunan. Tidak hanya menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan spiritualitas diri melalui ibadah puasa, Ramadan juga senantiasa menjadi waktu yang paling dinanti untuk mempererat ikatan persaudaraan (silaturahmi). Menyadari pentingnya nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan komunal, Departemen Antropologi Sosial kembali menyelenggarakan acara tahunan kebanggaan kita, yakni Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Departemen Antropologi Sosial untuk momen Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini bukan sekadar rutinitas kalender akademik, melainkan sebuah tradisi luhur yang terus dirawat untuk merekatkan hubungan antar-elemen di dalam lingkungan departemen.
Acara buka puasa bersama pada tahun ini diselenggarakan pada hari Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 17:00 WIB hingga selesai, dan dengan penuh kehormatan mengambil tempat di kediaman salah satu staf pengajar tercinta kita, yakni Dr. Noviy Hasanah, S.Sos., M.Hum. Pemilihan rumah pribadi sebagai lokasi acara memberikan sentuhan personal dan kehangatan yang jauh berbeda dibandingkan jika diadakan di ruang rapat kampus atau restoran komersial. Suasana kekeluargaan yang intim langsung terasa begitu para tamu undangan melangkahkan kaki memasuki kediaman beliau yang ramah, hangat, dan nyaman.
Kemeriahan dan kebahagiaan acara ini terekam dengan sangat jelas dalam foto bersama yang menjadi bukti dokumentasi yang indah bagi sejarah departemen. Dalam potret tersebut, terlihat senyum sumringah terpancar dari wajah setiap anggota keluarga besar Departemen Antropologi Sosial. Hadir dalam acara ini berbagai elemen penting departemen, mulai dari jajaran dosen senior maupun junior, tenaga kependidikan, para mahasiswa, hingga anggota keluarga dan anak-anak yang turut serta memeriahkan suasana. Perpaduan berbagai generasi dalam satu ruang ini mencerminkan betapa inklusif dan eratnya ikatan batin yang terbangun. Melepaskan sejenak atribut akademis, hierarki kampus, dan beban pekerjaan, semua yang hadir berbaur menjadi satu keluarga besar yang harmonis. Pakaian bernuansa kasual, sopan, dan agamis menambah keindahan visual dari kebersamaan yang terjalin pada sore itu.
Sebagai civitas akademika yang sehari-harinya mendalami ilmu tentang manusia, interaksi, dan kebudayaan, momen seperti ini tentu memiliki makna antropologis yang mendalam. Sembari menunggu waktu azan Maghrib berkumandang, para hadirin tampak asyik bercengkerama, bertukar cerita ringan, hingga bernostalgia. Tawa dan canda terdengar menghiasi setiap sudut ruangan. Momen ngabuburit khas Nusantara ini menjadi ruang interaksi sosial yang sangat cair untuk memecah kebekuan dan menghilangkan sekat-sekat komunikasi antara dosen, mahasiswa, maupun antar sesama staf.
Saat kumandang azan Maghrib akhirnya terdengar, suasana berubah menjadi khusyuk. Seluruh tamu undangan membatalkan puasa secara serentak dengan menikmati aneka takjil yang telah disiapkan dengan penuh cinta oleh tuan rumah dan panitia. Kurma, minuman segar, dan berbagai jajanan ringan menjadi hidangan pembuka yang menyegarkan dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus. Setelah menikmati takjil, acara dilanjutkan dengan ibadah salat Maghrib berjemaah. Salat berjemaah ini semakin meneguhkan rasa persatuan dan kesetaraan. Usai menunaikan kewajiban ibadah, barulah keluarga besar menyantap hidangan utama sembari melanjutkan obrolan hangat.
Dr. Noviy Hasanah, S.Sos., M.Hum, selaku tuan rumah yang budiman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran seluruh keluarga besar departemen di kediamannya. Beliau berharap bahwa melalui momentum Ramadan 1447 H ini, Departemen Antropologi Sosial dapat terus menjadi "rumah kedua" yang nyaman bagi seluruh civitas akademikanya untuk bertumbuh dan belajar. Kebersamaan yang tercipta pada hari Jumat berkah tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi terus terbawa dan menjiwai keseharian kegiatan belajar mengajar serta riset di kampus.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama, sebuah potret yang akan selalu mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati dari sebuah institusi pendidikan tidak hanya terletak pada capaian akademisnya, melainkan pada harmoni dan kekeluargaan orang-orang di dalamnya. Semoga ibadah puasa kita semua diterima oleh Allah SWT, dan sampai jumpa di ruang-ruang silaturahmi Departemen Antropologi Sosial selanjutnya.
