
Departemen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa Kuliah Umum Antropologi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran ilmu antropologi dalam menjawab isu-isu strategis nasional. Kuliah umum ini mengangkat tema “Ethnobuffalozoology: Pemanfaatan Antropologi untuk Ketahanan Pangan Nasional”, sebuah topik yang memadukan kajian antropologi dengan isu ketahanan pangan melalui pendekatan budaya dan pengetahuan lokal.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
-
Hari/Tanggal: Jum’at, 22 Agustus 2025
-
Waktu: Pukul 08.30 WIB – selesai
-
Tempat: Ruang Sidang Dekanat Lantai I, FISIP Universitas Andalas
Tema yang diusung dalam kuliah umum ini menyoroti ethnobuffalozoology, sebuah pendekatan kajian yang menempatkan relasi manusia dengan kerbau dalam konteks sosial, budaya, ekonomi, dan ekologis. Kerbau tidak hanya dipahami sebagai hewan ternak, tetapi juga sebagai bagian penting dari sistem pengetahuan lokal, praktik subsistensi, dan strategi adaptasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pangan.
Melalui perspektif antropologi, ethnobuffalozoology menawarkan cara pandang yang lebih holistik terhadap ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan tidak semata-mata soal produksi dan distribusi, tetapi juga berkaitan dengan nilai budaya, pola relasi manusia–lingkungan, serta kearifan lokal yang telah teruji oleh waktu. Dalam konteks ini, antropologi memiliki peran strategis untuk menjembatani pengetahuan lokal dengan kebijakan dan praktik pembangunan pangan yang berkelanjutan.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan keahlian yang saling melengkapi, yaitu:
-
Dr. Abdullah Akhyar Nasution, M.Si (Universitas Malikussaleh), yang akan membahas perspektif antropologi terapan dalam kajian ethnobuffalozoology serta relevansinya bagi ketahanan pangan di tingkat lokal dan nasional.
-
Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum, selaku Ketua Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas, yang akan mengulas posisi dan kontribusi keilmuan antropologi dalam merespons isu ketahanan pangan serta pentingnya penguatan kajian berbasis budaya.
-
Drs. Edi Indrizal, M.Si, Dosen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas, yang akan menyoroti dinamika sosial dan praktik masyarakat dalam pemanfaatan kerbau sebagai sumber daya pangan dan simbol budaya.
Melalui pemaparan para pembicara, peserta kuliah umum diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana antropologi dapat berkontribusi secara nyata dalam isu ketahanan pangan nasional. Diskusi ini juga diharapkan mampu membuka ruang dialog kritis antara teori antropologi dan praktik lapangan, khususnya dalam konteks pembangunan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa antropologi, tetapi juga terbuka bagi dosen, peneliti, serta sivitas akademika FISIP Universitas Andalas yang memiliki ketertarikan pada isu pangan, budaya, dan pembangunan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas sudut pandang dalam memahami persoalan ketahanan pangan secara multidisipliner.
Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Andalas memandang kuliah umum ini sebagai bagian dari komitmen akademik untuk terus menghadirkan diskursus yang relevan dengan tantangan masyarakat. Dengan mengangkat tema ethnobuffalozoology, departemen menegaskan pentingnya peran ilmu sosial, khususnya antropologi, dalam merumuskan solusi yang berakar pada realitas sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan nasional tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mendalam terhadap relasi manusia, budaya, dan lingkungan. Kuliah umum ini menjadi ajakan terbuka untuk bergabung, berdiskusi, dan memperluas wawasan, sekaligus memperkuat posisi antropologi sebagai ilmu yang kontributif dan relevan bagi pembangunan bangsa.